Online24jam,Makassar, – Nama Zulkarnaen Rachmat Sumakno mencuat sebagai sosok paling layak menduduki kursi Direksi Perumda Pasar Makassar Raya. Dari 16 kandidat yang lolos seleksi administrasi, Zulkarnaen dianggap unggul karena memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan pasar modern dan properti komersial.
Publik menilai Makassar saat ini membutuhkan figur profesional sepertinya, bukan calon-calon yang hanya hadir karena kontrak politik maupun hubungan kekerabatan dengan pejabat daerah.
Selama lebih dari dua dekade, Zulkarnaen telah berkecimpung dalam dunia manajemen properti. Sejak 2005, ia dipercaya mengelola beragam jenis fasilitas, mulai dari ritel, pasar modern, mal dan trade center, hingga gedung komersial dan kawasan bisnis.
Namanya melekat dengan keberhasilan mengembangkan Pasar Segar Makassar, pusat kuliner dan ritel modern yang tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis kota ini. Ia juga memiliki pengalaman mengelola properti di luar Sulawesi, termasuk pusat perbelanjaan di Papua, yang memperlihatkan kapasitas manajerial dengan cakupan nasional.
Selain pengalaman panjang, Zulkarnaen juga memperkuat kapasitasnya melalui sejumlah sertifikasi profesional, di antaranya Building Management, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Project Management. Kompetensi ini dinilai relevan dengan tantangan BUMD yang dituntut semakin profesional, transparan, dan mampu beradaptasi dengan era digital.
“Figur seperti Zulkarnaen inilah yang dibutuhkan Makassar hari ini. Bukan sekadar nama besar atau kedekatan politik, tetapi orang yang sudah teruji di lapangan dan tahu bagaimana membenahi pasar,” kata Pendiri dan Pengurus Asosiasi Pengelola Pasar Seluruh Indonesia (Asparindo) Sulsel, Yusuf Ismail saat dikonfirmasi, Sabtu, (30/8) hari ini.
Dari sisi pendidikan, Zulkarnaen berawal dari dunia manajemen hospitality di industri hotel dan restoran, sebelum menyelesaikan Magister Manajemen Administrasi Bisnis. Latar belakang ini membuatnya terbiasa dengan pola kerja berbasis pelayanan, pemasaran, serta pengembangan sumber daya manusia—unsur penting dalam mengelola pasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pemerhati ekonomi lokal ini mengingatkan bahwa kursi direksi Perumda Pasar Makassar Raya jangan sampai hanya dijadikan alat kompromi politik. Pasar tradisional di Makassar masih menghadapi banyak persoalan, mulai dari kebersihan, digitalisasi retribusi, hingga daya saing dengan pusat perbelanjaan modern. Jika posisi strategis ini diisi oleh figur tanpa kompetensi, maka tantangan itu akan semakin sulit diatasi.
“BUMD harus dipimpin oleh profesional, bukan orang yang hadir karena relasi politik. Jangan lagi ada praktik nepotisme di perusahaan daerah. Publik butuh pemimpin pasar yang visioner, profesional, dan punya rekam jejak,” tegas Yusuf.
Sementara itu, Seleksi direksi Perumda Pasar Makassar Raya sendiri saat ini memasuki tahapan penting. Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) BUMD Kota Makassar, sebanyak 16 peserta telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Tahap berikutnya adalah ujian tertulis dan psikotes yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Agustus 2025 di Ruang Pola Sipakatau, Balai Kota Makassar. Setelah itu, para peserta akan mengikuti presentasi makalah dan wawancara sebagai ujian akhir. Nama-nama yang lolos nantinya akan diajukan ke Wali Kota Makassar untuk diputuskan sebagai direksi baru.
Dengan seleksi yang semakin ketat, publik berharap Pemerintah Kota Makassar benar-benar menempatkan standar kompetensi sebagai dasar utama. Kehadiran sosok profesional seperti Zulkarnaen Rachmat Sumakno dinilai mampu membawa Perumda Pasar Makassar Raya menjadi perusahaan daerah yang lebih sehat, transparan, dan berdaya saing di masa depan. (*)
The post Figur Ini Dinilai Layak Pimpin Perumda Pasar Makassar Raya first appeared on Online24jam.